Pages

Jumat, 09 Maret 2012

HONDA PRELUDE VTI-R 2002, Deleted Battery

Ada kebanggaan tersendiri dalam membangun Prelude Jika diperhatikan, khususnya di Indonesia, Honda Prelude tampaknya belum menjadi salah satu ‘most wanted car’ untuk dimodifikasi. Terbukti masih jarangnya modifikator yang membangun varian Honda yang masuk dalam keluarga besar Accord ini. Hal ini tampaknya disadari oleh Antony Lo daro bengkel Ton’s Garage, Medan. Oleh karena itulah ia mencoba membangun mobil dengan kode bodi BB ini. Uniknya, kendaraan ini didapat dengan kondisi masih bahan alias masih berantakan. Namun hal ini nyatanya tidak menurunkan semangat mereka dalam membangun Prelude. Mau tahu lebih detailnya? Simak konsep dan detail modifkasi dari kedua Honda ini!
FROM ZERO TO HERO Honda Prelude berwarna merah ini milik Antony Lo. Ada alasan tersendiri mengapa ia memilih Prelude dengan kode generasi BB4 ini. Menurutnya, tipe yang ini tergolong varian yang jarang dimodifikasi. “Selain itu spare part-nya lumayan susah dicari,” ucap Antony. Sehingga tipe ini termasuk salah satu varian langka di Indonesia karena jarang yang mau membangun hingga komplit seperti miliknya. Awalnya, Prelude ini didapat dengan kondisi lumayan parah, “Mesin tidak nyala, cat keropos, dan kaca depan pecah,” ucapnya. Maka tindakan pertama yang dilakukan Antony adalah merapikan eksterior serta membangun dapur pacunya. Khusus eksterior, Antony mendapatkan kesulitan ketika harus mengganti kaca depannya yang pecah. “Barangnya susah banget nyarinya, akhirnya pesen ke Jepang, kondisi baru dengan harga sekitar Rp 24 juta,” kenangnya. Itupun baru tiba di Indonesia setelah menunggu selama 6 bulan. Antony juga melakukan perombakan besar-besaran di ruang mesin. BB4 ini aslinya menggunakan mesin H23A dengan transmisi otomatis. Namun oleh Antony sengaja ditukar dengan H22A. “Pakai H22A lebih kencang, dan dudukannya juga sama persis, jadi tidak merepotkan,” tukasnya cepat. Asyiknya lagi, jeroan mesin tidak dibiarkan standar, melainkan turut diganti dengan menggunakan produk Bisimoto atau Skunk2. “Performance parts ini banyak dipakai di pasar Amerika, bentuknya banyak yang unik dan tidak pasaran,” terang pria berusia 23 tahun ini. Sedangkan di eksterior, Antony sengaja menanamkan unsur mobil balap ala Time Attack. “Salah satunya dengan pemasangan lips spoiler di depan yang cukup rendah, serta pemakaian GT-Wing di belakang agar membantu tingkatkan downforce,” ucap Antony panjang lebar. Dan agar bisa tampil lebih atraktif, maka sekujur bodi dicat ulang lagi menggunakan warna Red Ferrari dari Spies Hecker. “Biar lebih eye catching saja sih, hahaha…” tawanya. ‘DELETED’ BATTERY Antony menyebut istilah ‘deleted battery’ dalam salah satu variabel modifikasinya. Apa maksudnya? Ternyata, ini adalah semacam trik modifikasi untuk membuat ruang mesin tertata lebih rapi. Yaitu dengan cara memindahkan boks aki (battery) ke belakang. “Akinya sekarang ditempatkan di bagasi, jadi layout ruang mesin di depan lebih lega,” ungkapnya. Kompartemen mesin memang tergolong rapid an detail, karena ternyata Antony juga menyembunyikan kabel-kabel di ruang mesin alias wiretucked. “Biar terlihat lebih simpel dan bersih saja,” tutur pria yang juga pengusaha ini. RUMAH MODIFIKASI: Ton’s Garage, Jl. Sei Deli, Medan SPESIFIKASI: Engine swap H22A, wiretucked, repaint engine bay, header Bisimoto, pipa knalpot stainless steel 2,5 inci, tail pipe burnt-tip custom, camshaft Bisimoto stage 2, per klep Bisimoto, intake manifold Skunk2, throttle bocy Skunk2, cam gear Skunk2, oil cap M Factory, kabel busi NGK, strut bar depan Spoon,air intake custom, air filter Apex’I, selang radiator Samco, selang intake samco, engine mounting Innovate, filter oli K&N, kopling ATS Racing, cat Spies Hecker Red Ferrari, kap mesin karbon, fender depan kabon, lips spoiler custom, GT-Wing custom, velg Volk Racing CE28 17x8 inci, ban Yokohama Advan Neova AD08 215/45R17, sokbreker adjustable Tein, bushing Energy Suspension, lug nut Mugen, setir Momo NSX Type-R, quick release Work Bell, boskit NRG, shiftknob Juran, pedal set DC5R, engine cut off Cusco, panel interior karbon, strutbar belakang Spoon, head unit Alpine 7998R, speaker depan Venom, power amplifier Venom, sibwoofer Venom 10 inci dikutip:Mobil Otomotif

Sejarah Vespa

Asal Mula Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api. Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom. Lahir Kembali Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio dibom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah. Enrico memutuskan untuk fokuskan perhatian perusahaannya pada masalah personal Mobility yg dibutuhkan masyarakat Italia. Kemudian bergabunglah Corradino D’Ascanio, Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio. D’Ascanio membuat rancangan yang simple,ekonomis, nyaman dan juga elegan. D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari tehnologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque” atau Unibody Steel Chassis. Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain. Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur. Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ''kaki lima'' merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin oleh Corradino d'Ascanio. Karena itu, hak paten pun segera dapat mereka kantongi. Hasilnya, muncullah pertama kali produk motor dengan seri MP5. Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah/tawon) karena bentuk kerangkanya. Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d'Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut. D’ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan prototipnya diberi nama MP6. Saat Enrico Piaggio melihat protototip MP6 itu, ia secara tak sengaja berseru “Sambra Una Vespa” (terlihat seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tak sengaja itu, diputuskan kendaraan ini dinamakan ‘Vespa’ (tawon dalam bahasa Indonesia). Pada April 1946, prototip MP6 ini mulai diproduksi masal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia. Pada Akhir 1949, telah di produksi 35000 unit dan dalam 10 tahun telah memproduksi 1 Juta unit dan pada pertengahan tahun 1950. Selama tahun 1960-an dan 1970-an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu. Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brazil, dan India -- selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman. Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa, tetapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960-an. Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan ''revolusi'' bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat. Produk 150 GS -- kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an -- memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tetapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat. Dan cerita terus berlanjut saat ini dengan model generasi baru Vespa, mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi salah satu Icon besar orang Italia. Sejarah Vespa di Indonesia “Demam Vespa” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Congo”. Vespa diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesiaterhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congosaat itu. Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air. Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat ini Indonesia mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.

Rabu, 07 Maret 2012

Berkenalan dengan Sistem Hybrid Toyota

KARAWANG - Teknologi hybrid terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Di pasar otomotif Indonesia, diyakini hybrid juga akan berkembang, terlebih harga bahan bakar minyak yang akan naik.

PT Totoya Astra Motor (TAM) memulainya dengan melakukan pengenalan Teknologi Hybrid Toyota melalui Workshop Pengenalan Teknologi Hybrid Toyota yang dilakukan di Karawang, Kamis (8/3/2012)


Sistem Hybrid itu merupakan gabungan antara dua sumber tenaga antara motor bensin yang memutarkan generator untuk mensuplai listrik ke baterai sebagai sumber energi motor listrik sebagai penggerak roda.

Dalam workshop tersebut, TAM menjelaskan bagaimana cara kerja teknologi hybrid pada seluruh kendaraan Toyota yang dikenal dengan nama Toyota Hybrid Synergy Drive. Sistem hybrid yang diusung pada kendaraan Toyota ada dua yakni tipe Paralel Hybrid., serta tipe Series-Paralel Hybrid.

Untuk tipe Paralel Hybrid, cara kerjan motor bensin sebagai penggerak roda utama dan motor listriknya hanya membantu akselerasi. Sedangkan untuk tipe Series-Paralel Hybrid, power split device secara konstan mengatur rasio tenaga motor bensin atau listrik ke roda dan dapat menggerakan kendaraan hanya dengan motor listrik saja.

"Di 2012 ini, kami kembali melakukan pengenalan mengenai mesin hybrid pada kendaraan Toyota. Mengingat isu global mengenai kenaikan BBM dan pemanasan global semakin parah, terutama di Indonesia. Karena kendaraan hybrid ini dapat menghemat BBM, emisinya rendah dan tetap menjaga berkendara dengan nyaman," tandas Muhammad Adam, Training Teknis Departement Toyota Astra Motor (TAM), dalam acara Workshop Pengenalan Teknologi Hybrid Toyota, di Karawang.
(zwr)



sumber

Maserati GranTurismo Sport 2013: 0-100 Km/jam 4,7 Detik




GENEVA (dp) — New Maserati GranTurismo Sport melenggang perdana di Geneva Motor Show 2012 yang tengah berlangsung saat ini. Kehadiran model terbaru ini sekaligus menggantikan GrandTurismo S versi otomatis dan manual.

Menurut Maserati GranTurismo Sport terbaru akan segera dipasarkan di AS, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Maserati yakin GranTurismo Sport edisi 2013 ini akan diminati pasar.

Pasalnya, selain melakukan pembenahan desainpada beberapa sisi eksterior, GranTurismo Sport terbaru juga disemat beberapa fitur pendukung anyar.

GranTurismo Sport memangku mesn 4.7-liter V8. Dapur pacu ini sanggup memuntahkan tenaga 460 hp dengan torsi maksimum 520 Nm.

Pabrikan Italia yang serumah dengan Ferrari ini juga masih mengadalkan transmisi berteknologi MC Shift. Dengan perangkat tersebut GranTurismo Sport hanya membutuhkan waktu pergantian gear setiap 100 mili detik. Sangat cepat.

Karena itu, tak berlebihan bila Maserati menggadang GranTurismo Sport hanya butuh waktu 4,7 detik untuk melesat 0 ke 100 km/jam. Catatan ini lebih baik 0,1 detik dari GrandCabrio Sport dan Quattroporte Sport GT S (memakai mesin yang sama). Sementara kecepatan puncak mampu diraih hingga 300 km/jam.

GranTurismo Sport sendiri tersedia dalam dua pilihan tipe transmisi, yaitu ZF 6-speed dan 6-speed electro actuated gearbox dengan kopling ganda.

Perubahan desain ekterior dilakukan GranTurismo Sport dengan menempatkan bumper depan baru yang kini diimbuhi air flow serta celah untuk mendinginkan rem depan.

Komposisi dan desain lampu depan juga dibenahi seiring perubahan raut hidung dengan grill oval yang tradisional. Lampu depan itu sendiri kini berimbuh teknologi DRL LED yang menjamin pencahayaan lebih baik, sehingga mendukung peningkatan keselamatan.

Pada bagian roda, Maserati juga elengkapi velg alloy baru Astro Design 20 inci. Sedangkan Brembo 6-piston calipers (depan) dan 4-piston calipers (belakang)dipasang untuk mendukung perkuatan pengereman.

Di bagian interior GranTurismo Sport melakukan pembenahan dengan mengganti banku yang terlihat lebih baik dan ergonomis. Menurut Maserati desain bangku tersebut akan membuat pengguna nyaman kendati berkendara jauh.

Sejak diluncurkan pada Geneva Motor Show 2007, model GranTurismo telah terjual sebanyak 15.000 unit di seluruh dunia. Tahun lalu, GranTurismo memberi kontribusi 44 persen penjualan Maserati setelah terjual lebih dari 2.700 unit. [dp/GRG]


http://www.dapurpacu.com